
Turun berok sering dianggap sebagai penyakit yang hanya dialami pria. Padahal, wanita juga dapat mengalami turun berok, meski kasusnya lebih jarang. Kondisi ini terjadi ketika jaringan tubuh seperti usus atau lemak mendorong keluar melalui area otot yang lemah di dinding perut atau selangkangan. Pada wanita, turun berok bisa muncul di sekitar lipatan paha (turun berok inguinalis) atau area pusar (turun berok umbilikalis), dan sering kali salah dikenali sebagai pembengkakan biasa.
Table of Contents
ToggleMengapa Wanita Bisa Mengalami Turun Berok?
Penyebab utama turun berok pada wanita sama seperti pada pria – kelemahan dinding otot perut yang dipicu oleh peningkatan tekanan dari dalam perut. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko turun berok pada wanita antara lain:
- Kehamilan berulang, yang memberikan tekanan berlebih pada dinding perut.
- Obesitas, karena berat badan berlebih melemahkan otot perut.
- Sering mengangkat beban berat.
- Batuk kronis atau sembelit berkepanjangan, yang membuat tekanan perut meningkat.
- Penuaan dan penurunan elastisitas otot.
Selain itu, beberapa wanita mengalami turun berok akibat faktor bawaan, di mana jaringan perut tidak tertutup sempurna sejak lahir.
Tips SolusiDokter: Untuk membantu mencegah dan mengurangi risiko turun berok, hindari mengangkat beban berat, konsumsi makanan berserat agar tidak sembelit, serta jaga berat badan ideal. Lakukan olahraga ringan seperti yoga atau jalan kaki untuk memperkuat otot perut dan panggul. Hindari duduk terlalu lama, dan pastikan tubuh mendapat istirahat yang cukup setiap hari.
Informasi Selengkapnya Klik di sini
Ciri-Ciri Turun Berok pada Wanita
Gejala turun berok pada wanita bisa berbeda dengan pria dan sering kali tidak disadari di awal. Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
- Benjolan kecil di area selangkangan, perut bagian bawah, atau pusar, yang bisa mengecil saat berbaring dan membesar ketika berdiri.
- Rasa nyeri atau tekanan di perut bawah, terutama ketika batuk, tertawa, atau mengangkat benda berat.
- Rasa tidak nyaman di panggul atau lipatan paha.
- Kembung, begah, atau mudah lelah di area perut.
- Rasa nyeri menjalar hingga ke pinggul atau punggung bawah.
Pada kasus berat, turun berok dapat menimbulkan rasa nyeri hebat disertai mual dan muntah – tanda terjadinya turun berok terjepit (strangulata) yang membutuhkan penanganan segera.
Dampak Turun Berok pada Wanita
Turun berok yang tidak ditangani dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan komplikasi serius seperti:
- Rasa nyeri kronis di perut atau panggul.
- Gangguan pencernaan dan peredaran darah di usus.
- Risiko turun berok strangulata yang dapat membahayakan nyawa.
Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini dan menjaga kekuatan otot perut sangat penting untuk mencegah kondisi ini semakin parah.
Rekomendasi SolusiDokter: Sebagai dukungan alami untuk wanita dengan keluhan turun berok, pertimbangkan Dekapro Bharata – herbal alami yang membantu memperkuat jaringan otot perut, meredakan rasa nyeri, dan mendukung pemulihan secara bertahap dari dalam tubuh.
Informasi lengkapnya Klik di sini
Turun berok pada pria bisa dikendalikan dengan kombinasi pola hidup sehat dan dukungan herbal alami. Selain menghindari aktivitas berat, bantu proses pemulihan tubuh dengan Dekapro Bharata, yang bekerja menutrisi jaringan otot, mengurangi tekanan di area selangkangan, serta membantu memperkuat sistem tubuh secara alami. Dengan penggunaan rutin dan disiplin gaya hidup sehat, kondisi turun berok dapat berangsur membaik.
Ingin tahu bagaimana Dekapro Bharata bekerja untuk anda?


Itulah pembahasan seputar Turun Berok Pada Wanita. Jika Anda mencari solusi herbal terpercaya, Dekapro Bharata bisa menjadi pilihan. Dapatkan informasi lebih lanjut di Marketplace terpercaya, lakukan pencarian di Google
Referensi :
Alodokter. Diakses 2025. Hernia pada Wanita – Gejala, Penyebab, dan Penanganan.
Mayo Clinic. Diakses 2025. Hernia in Women – Symptoms and Causes.
World Health Organization (WHO). Diakses 2025. Hernia and Abdominal Wall Disorders.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses 2025. Hernia – Facts and Prevention.
















